Setiap hari Ayahku mencumbui api
Setiap hari Ayahku menaklukkan besi baja
Api dan baja menjadi isi tudung saji
Api dan baja menjadi pununai janji
Api dan baja menjadi lambang kegigihan Ayahku yang teruji
Tajamkan mata pisau membelah selaksa rasa bosan
Tajamkan mata pisau pemuas batin dan konsumen
Tajamkan mata pisau mengalahkan kilau pedang dari rahim mesin industri
Tajamkan mata pisau dengan kikir mengikis beban hari-hari
Hingga matahari segera berlalu
Gudam dan palu berhenti bertalu
Singkawang 16072011
Sabtu, 16 Juli 2011
Kamis, 14 Juli 2011
Kesaksian Dalam Lingkaran
Kantata,Swami,Dalbo dan Anak Wayang....
Kami Memanggilmu...
Datanglah lewat karya
Kami merindukanmu
Hadirlah lewat lagu
Kantata,Swami,Dalbo dan Anak Wayang....
Kami menunggumu....
Kembalilah dalam lingkaran
Kami menantimu...
Pulanglah ke rumah kebersamaan
Untuk menyanyikan "Nyanyian Jiwa"
dan melagukan " Kesaksian"
Jangan ada kata "Aku Bosan"
Dalam Lingkaran......
"Aku Cinta Padamu......!!"
Kami Memanggilmu...
Datanglah lewat karya
Kami merindukanmu
Hadirlah lewat lagu
Kantata,Swami,Dalbo dan Anak Wayang....
Kami menunggumu....
Kembalilah dalam lingkaran
Kami menantimu...
Pulanglah ke rumah kebersamaan
Untuk menyanyikan "Nyanyian Jiwa"
dan melagukan " Kesaksian"
Jangan ada kata "Aku Bosan"
Dalam Lingkaran......
"Aku Cinta Padamu......!!"
Rabu, 13 Juli 2011
Api Dan Telaga
Engkau sedang berputar
Sedangkan aku tengah mencari jalan keluar
Kita sama-sama di cekam resah
Mudah di sulut amarah
Rasa bingung mengurung jiwa yang murung
Menutupi pangkal dan ujung
Apa yang kita cari dalam melangkah tanpa arah....?
Sedang kita membenci diam
Harus dimana?
Harus kemana?
Stop!
Kita padamkan nyala api
Tinggalkan telaga
Mari kita datang padaNya......!!
Sedangkan aku tengah mencari jalan keluar
Kita sama-sama di cekam resah
Mudah di sulut amarah
Rasa bingung mengurung jiwa yang murung
Menutupi pangkal dan ujung
Apa yang kita cari dalam melangkah tanpa arah....?
Sedang kita membenci diam
Harus dimana?
Harus kemana?
Stop!
Kita padamkan nyala api
Tinggalkan telaga
Mari kita datang padaNya......!!
Senin, 11 Juli 2011
Untuk Pitat Haeng
Nyanyianmu Menjadi Air Di Kali
Melewati Batu-Batu Hitam Dan Berlumut
Nyayianmu Menjadi Air Di Kali
Mengalirkan Darah Dan Nanah Orang-Orang Pinggiran Yang Terluka
Nyanyianmu Menjadi Air Di Kali
Mengalir Turun Naik
Meninggi Dan Merendah
Menjaga Keseimbangan Di Atas Keadaan
Menjaga Kejernihan Di Atas Kenyataan
Tetap Mengalir....
Arusmu Menyeret Sampah-Sampah Dan Kotoran
Melewati Batang Pohon Yang Tumbang,Ranting Dan Celah Batu Yang Menghadang Di Setiap Belokan Alur Sungai
Bayangan Matahari Dan Daun-Daun....
Adalah Kesaksianmu Atas Alam Dan Kehidupan
Nyanyianmu Menjadi Air Di Kali
Mengalir Tanpa Henti...
Mengalir Ke Samudra
Mengalir Dan Terus Mengalir...
Mengalir Menjadi Samudra
Di Tepi Pantai
Di Atas Butiran Pasir Yang Panas Menyengat...
Aku Merangkai Kata- Kata Ini
Sambil Mendengarkan Suara Deburan Ombakmu........!!
Melewati Batu-Batu Hitam Dan Berlumut
Nyayianmu Menjadi Air Di Kali
Mengalirkan Darah Dan Nanah Orang-Orang Pinggiran Yang Terluka
Nyanyianmu Menjadi Air Di Kali
Mengalir Turun Naik
Meninggi Dan Merendah
Menjaga Keseimbangan Di Atas Keadaan
Menjaga Kejernihan Di Atas Kenyataan
Tetap Mengalir....
Arusmu Menyeret Sampah-Sampah Dan Kotoran
Melewati Batang Pohon Yang Tumbang,Ranting Dan Celah Batu Yang Menghadang Di Setiap Belokan Alur Sungai
Bayangan Matahari Dan Daun-Daun....
Adalah Kesaksianmu Atas Alam Dan Kehidupan
Nyanyianmu Menjadi Air Di Kali
Mengalir Tanpa Henti...
Mengalir Ke Samudra
Mengalir Dan Terus Mengalir...
Mengalir Menjadi Samudra
Di Tepi Pantai
Di Atas Butiran Pasir Yang Panas Menyengat...
Aku Merangkai Kata- Kata Ini
Sambil Mendengarkan Suara Deburan Ombakmu........!!
SINGKAWANG DI AWANG AWANG
LIRIK LAGU
SINGKAWANG DI AWANG AWANG
Dari dulu sampai sekarang
Kota kita tercinta kok lamban berkembang
Dari hati bimbang makan waktu terbuang
Singkawang masih di Awang - Awang
Banyak persoalan yang tidak terurus
Banyak kasus seperti sengaja di bungkus
(sengaja di bungkus )
Aparat hukum bermental bagai kardus
Jalan mulus sang tikus semakin rakus
Pelabuhan hanyalah dongeng bualan
Milyaran raib entah di makan siluman
Pengangguran tak ada kesempatan
Terlindas kalah tradisi sogokan
Kota Singkawang kota pariwisata
Sampah berserakan di mana-mana
Jalan penuh lubang gunung di perkosa
Rumah walet di tengah-tengah kota
Arrangement : Ribut Ali Wibowo
Zulhelmi Bob
Zulhelmi Bob
Andu Ganuba
Bang Lee
Vocal : Andu Ganuba
Backing Vocals : Ribut Ali Wibowo
Zulhelmi Bob
Abdul Rani
CLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD LAGU
SINGKAWANG DI AWANG AWANG
UNTUK NOLY
UNTUK NOLY
Mengenalmu di mulai ketika aku dan kamu sedang tertatih membaca firman Tuhan
Di belakang masjid tua itu
Entah di mulai dari mana,
Pertengkaran kita menjadi sebuah persahabatan
Masih Masjid itu yang menjadi saksi
Hingga aku mengenal cinta kau bersaksi
Sampai aku menahun tanpa cinta pun kau menjadi saksi
Hm......
Noly kecil dan aku yang bocah semakin membayangi setelah kau pergi
Kita sama-sama di jalanan,kawan!
Menjual koran di jalanan
Menjajakan kaset di jalanan
Menjadi tukang parkir di jalanan
Nakal di jalanan
Berdiskusi di jalanan
Dan berjuang MEREBUT KEBENARAN di jalanan!
SELAMAT JALAN NOLY WIZAKUSUMA
KAU TETAP HIDUP DI RELUNG SUKMA
SUKMAKU.....
DAN JUGA SAHABAT-SAHABATMU YANG MENCINTAIMU....!!
Selasa,08 Maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)



